/  Tugas Kuliah  /  Semester 6  /  MPPL  /  Tugas 1 MPPL – Software Process dan Software Product
MPPL, Semester 6, Tugas Kuliah

Tugas 1 MPPL – Software Process dan Software Product

  • 96 Views
Tugas 1 MPPL – Software Process dan Software Product
I like it

Masamalas.com – Tugas 1 MPPL – Software Process dan Software Product. Oke kali ini kita akan membahas mengenai software process dan software product terkait dengan tugas MPPL (Manajemen Proyek Perangkat Lunak).

Pengertian Software Process
1. Menurut Reidar Conradi pada bukunya yang berjudul Software Process Technology: 7th European Workshop, Software Process adalah Proses perangkat lunak yang direpresentasikan sebagai sebuah proses program dan dapat mengeksekusi secara otomatis.

2. Menurut Ian Sommerville pada bukunya yang berjudul Software Engineering (9th Edition), Software Process adalah Pendekatan sistematis yang digunakan dalam rekayasa perangkat lunak serta merupakan sebuah aktifitas terurut yang menuju kepada produksi dari pembuatan produk rekayasa perangkat lunak.

3. Sedangkan menurut M Deploy pada tulisannya yang berjudul Software Engineering Process, Software process adalah serangkaian langkah-langkah yang terurut untuk membuat sebuah produk rekayasa perangkat lunak. Software process adalah suatu hirarki yang tiap langkah dapat memiliki sub-sub langkah dalam proses rekayasa perangkat lunak.

Terdapat 4 aktifitas umum yang mendasar pada semua proses rekayasa perangkat lunak, yakni:

  • Software specification, yaitu pengguna dan perekayasa menentukan perangkat lunak yang akan dibuat dan dibatasi pada proyek tersebut.
  • Software development, dimana perangkat lunak tersebut dirancang dan diprogram.
  • Software validation, dimana perangkat lunak di cek apakah sudah memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pengguna
  • Software evolution, dimana perangkat lunak diubah,diperbaiki untuk mengatasi perubahan pengguna dan mengikuti perkembangan jaman.

Dalam software process terdapat beberapa model, yaitu:

  • Waterfall, Model ini adalah model yang pertama kali muncul pada tahun 1970an diperkenalkan oleh Winston W. Royce. Model ini memisahkan fase spesifikasi dengan fase pengembangan.

    Ada 5 proses penting dalam model Waterfall:
    1. Requirement analysis and definition (analisis kebutuhan)
    2. System and software design (perancangan sistem dan software)
    3. Implementation and unit testing (implementasi dan testing)
    4. Integration and system testing (integrasi dan pengujian sistem)
    5. Operation and maintenance (operasi dan perawatan)

  • RAD (Rapid Application Development), Rapid Application Development (RAD) adalah sebuah strategi pengembangan sistem yang menekankan kecepatan dalam pengembangan melalui keterlibatan pengguna dalam pembangunan secara cepat, iteratif, dan incremental dari suatu serangkaian prototype dari suatu sistem yang dapat berkembang menjadi suatu sistem akhir atau versi tertentu.
  • Prototyping Model, Pada model ini, user berperan aktif dalam pembuatan software. model ini digunakan apabila developer kesulitan dalam pengumpulan kebutuhan dan user juga tidak dapat menggambarkan software yang diinginkannya, atau dimana user sering menambah dan mengubah apa yang diinginkannya.

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat software ?

Ukuran dalam menentukan harga, adalah satuan waktu, bukan pengalaman atau seberapa jago skill kita. Waktu, adalah salah satu ukuran yang objektif, sedangkan pengalaman dan skill adalah sesuatu yang subjektif. Jadi yang kita jual sebenarnya adalah waktu, berapa lama waktu kita yang dibayar oleh customer.

Untuk membuat sebuah website dalam 10 hari misalnya, kita jual dengan harga Rp 3 juta, itu sama dengan kita menjual 1 hari kita seharga Rp 300 ribu. Bagaimana kita tahu itu nilai tersebut terlalu murah atau mahal? Kembali ke hukum permintaan-penawaran di atas, ketika order kita masih sedikit, coba ambil semua peluang, selama waktu kita masih ada. Ketika waktu sudah menjadi sesuatu yang langka, itu saatnya menaikkan harga. Jika customer tidak setuju, masih ada proyek lain karena order yang masuk banyak. Ketika tidak memiliki opsi seperti ini, dapat disimpulkan bahwa order kita belum cukup banyak.

Harga yang ditawarkan di awal, sebaiknya tidak jauh berbeda dengan standar gaji di kota kita. Yang membedakan ialah, mengambil selisih sebagai laba karena yang namanya bisnis pasti ambil keuntungan. Keuntungan dari sesuatu yang kita jual, yaitu waktu.

Di Jakarta, UMP tahun 2017 adalah Rp 3.3 juta. Dengan asumsi gaji programmer fresh graduate rata-rata adalah Rp 4 juta, maka di awal kita bisa tawarkan harga untuk 20 hari kerja adalah Rp 5 juta (1 juta adalah selisih keuntungan). Sehingga harga per hari kita adalah Rp 250 ribu (Rp 5 juta dibagi 20 hari). Jika kita diminta mengerjakan website dalam 10 hari, maka harga kita adalah 10 hari dikali Rp 250 ribu, yaitu Rp 2,5 juta. Jika satuan hari dirasa belum cukup, bisa menggunakan satuan jam, agar lebih akurat. Dalam 1 hari, biasanya acuannya adalah 8 jam kerja.

Perlu diperhatikan bahwa waktu yang dimaksud adalah “waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek” (waktu yang dijual ke customer), bukan “waktu dimana kita harus menyelesaikan sebuah proyek”. Sebagai contoh, customer memberikan waktu 30 hari, namun setelah kita analisa, disimpulkan bahwa untuk menyelesaikan proyek tersebut dibutuhkan waktu 60 hari. Nah, harga yang ditawarkan adalah 60 hari dikali rate harian kita, jadi bukan 30 hari, karena waktu yang dijual ke customer adalah 60 hari. Jika rate harian adalah Rp 250 ribu, maka harga penawaran kita adalah 60 hari x Rp 250 ribu = Rp 15 juta. Sehingga tidak bisa dikatakan bahwa semakin cepat deliverable proyek, semakin murah harganya.

Tim apa saja dan apa tugasnya dalam pembuatan sebuah software ?

Dalam pembangunan proyek prangkat lunak pastinya ada hal-hal yang menentukan apakah proyek akan berjalan dengan yang diharapkan sehingga menghasilkan kwalitas yang baik. Bagian penting tersebut adalah Manajeman Proyek Perangkat lunak.

Definisi manajemen proyek perangkat lunak itu sendiri yaitu aktifitas perancangan dan pengontrolan membuat prangkat lunak dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan.

Manajemen proyek perangkat lunak mengatur 4 hal penting yaitu personel, produk, proses dan proyek. Dari empat hal tersebut personel merupakan hal yang terpenting, karena personel adalah aktor yang mengisi pembangunan perangkat lunak dengan adanya personel atau orang-orang yang berperan didalamnya itu baik atau mempunyai kemampuan/skil bagus, maka produk yang dihasilakan, proses yang berjalan, dan proyek yang dikerjakan akan baik/bagus juga.

Personel Manajemen proyek perangkat lunak
Proses pembangunan perangkat lunak mempunyai banyak personel didalamnya, personel-personel ini akan di kelompokan menjadi 5 kategori yaitu :

1. Manajer senior
Berperan sebagai yang membuat kebijakan, keputusan dan strategi dalam proyek, semuanya dipegang oleh manajer senior

2. Manajer proyek (pemimpin tim)
Berperan sebagai orang yang bertanggung jawab dalam mengurus sebuah proyek dan mampu memilih praktisi sesuai dengan posisi.

3. Praktisi / programmer : Berperan sebagai yang mengerjakan perangkat lunak

4. Klien : Berperan sebagai pemberi kerja dan menentukan kebutuhan perangkat lunak

5. Pengguna perangkat lunak / user : Orang yang menggunakan prangkat lunak yang telah dibangun.

Tim Proyek Perangkat lunak
Dalam sebuah Tim pastinya ada struktur organisasi yang terbentuk untuk menentukan pembagian tugas yang bisa diterapkan pada tim perangkat lunak. Misalnya semua personel dibagi menjadi beberapa tim, setiap tim mengerjakan satu atau lebih tugas dan koordinasi dikendalikan oleh tim dam manager. Struktur organisasi yang bisa diterapkan yaitu :

1. Democratic Decentralized (DD)
Demokratis Desentralisasi adalah sebuah gaya berorganisasi tim yang pemimpinnya mempromosikan berbagi tanggung jawab, sehingga tidak bersifat otoriter, pemimpin tidak permanen.

2. Controlled decentralized (CD)
Pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi yang terkontrol.

3. Controlled Centralized (CC)
Terkontrolnya suatu organisasi yang memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi.

Pengukuran perangkat lunak
a. Pengukuran berdasarkan ukuran
Pengukuran dilakukan berdasarkan line of code (LOC), waktu, harga, dan kesalahn yang ditemukan.

b. Pengukuran berdasarkan fungsi (Function Point – FP)
Pengukuran dilakukan berdasarkan bagian-bagian software yang bisa dihitung, misalnya : jumlah file, input, external interface, output, dan user inquiry.

c. Ukuran untuk organisasi kecil (DRE = Defect Removal efficiency)
Pengukuran dilakukan berdasarkan usaha (melakukan evaluasi dan membuat perubahan), waktu (permintaan dan selesainya evaluasi sampai penugasan lain ke personel), cacat dan kesalahan yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *